Subscribe Us

Header Ads

Mempelajari komodo untuk lebih memahami penyebaran spesies pulau yang berkurang

pecintareptil - Sebuah tim peneliti dari Australia, Indonesia, Italia dan Denmark telah mempelajari lebih lanjut tentang komodo dalam pencarian mereka untuk lebih memahami berkurangnya penyebaran pulau di spesies pulau. Dalam makalah mereka yang diterbitkan dalam Proceedings of the Royal Society B, kelompok tersebut menjelaskan studi mereka tentang kadal terbesar di dunia dan apa yang mereka temukan.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa makhluk yang telah berevolusi di pulau-pulau enggan untuk menyebar, yang menurut sebagian orang ironis karena sifat keberadaan mereka — beberapa tingkat kemauan diperlukan nenek moyang mereka untuk bermigrasi dari rumah asalnya. Untuk lebih memahami mengapa spesies pulau sangat enggan pergi jauh dari rumah, para peneliti melakukan studi terhadap salah satu spesies tersebut, komodo.

Komodo hidup di Indonesia, di pulau Flores, Komodo, Rinca Padar dan Gili Motang. Mereka memiliki kaki yang kuat dan dapat tumbuh hingga 10 kaki. Tapi mereka tidak suka bepergian. Para peneliti dengan upaya baru ini menemukan bahwa mereka jarang sekali keluar dari lembah tempat mereka dilahirkan. Agar lebih jelasnya tentang situs slot online, kalian bisa mengunjungi langsung ke blog kami di alamat http://biciebasta.com/ terima kasih. 

Untuk lebih memahami keengganan mereka untuk bepergian, para peneliti mempelajarinya selama 10 tahun di keempat pulau. Sebagai bagian dari pengamatan mereka, mereka juga menguji beberapa spesimen — beberapa diangkut ke tempat yang jauh, misalnya. Pengujian semacam itu menunjukkan bahwa kadal mampu melakukan perjalanan — seseorang berjalan kembali sejauh 13,7 mil ke rumahnya setelah diangkut ke tempat lain.

Mereka juga bisa berenang dari jarak yang cukup jauh — salah satunya dibawa ke pulau lain dan berenang kembali. Para peneliti melaporkan bahwa setiap kali mereka memindahkan salah satu kadal, ia kembali ke rumah. Sayangnya, pengamatan jangka panjang terhadap kadal tidak memberikan penjelasan tentang keengganan mereka untuk bepergian.

Kecenderungan ini, para peneliti menemukan, sebenarnya menyebabkan kerusakan pada kadal. Keengganan mereka untuk bepergian menempatkan mereka pada risiko kawin sedarah, dan terkadang makanan sulit didapat karena persaingan antar kelompok. Para peneliti berpendapat bahwa keengganan untuk bermigrasi mungkin disebabkan oleh sifat kehidupan pulau — pindah bisa membawa risiko yang tidak diketahui, seperti harus berurusan dengan predator, mencari makanan atau bahkan pasangan.

Posting Komentar

0 Komentar